Tampilkan postingan dengan label psiko-tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psiko-tekno. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

dampak buruk kecanduan game

Halooo semua para pembaca setia psiko-blogid, kali ini saya akan membahas artikel tentang “dampak buruk kecanduan game online”. Dan disini saya akan membahasa game yang sedang digandrungi oleh masyarakat Indonesia baik anak-anak, maupun orang dewasa, yaitu CoC (Clash of Clans). Karena, hampir setiap saya melihat disekitar saya orang yang memiliki smartphone pasti memainkan game ini. Sayapun sempat kepo, dan akhirnya saya juga ikut kecanduan game ini. Akan tetapi, Alhamdulillah sekarang sudah tidak begitu aktif memainkan game ini. Kalau bosan datang barulah saya memainkan game ini, jadi intinya sekarang ini saya bukan pemain aktif CoC lagi, hehe.
Saya akan menceritakan bagaimana game ini bisa membuat para pemainnya menjadi seorang yang kecanduan dengan game ini. Jadi, di awal kita bermain akan diberikan tutorial singkat, bagaimana caranya memainkan game ini. Jadi pada intinya kita diharuskan untuk membangun sebuah village (desa), dimana village dari tiap-tiap pemain akan memiliki level dan juga Townhall (pusatnya desa). Dimana kita dituntut untuk membuat village kita masin-masing menjadi lebih kuat dibandingkan dengan village teman satu clan kita atau village teman kita.
Nah dari situ timbul yang namanya penasaran, dimana penasaran itu secara tidak langsung membuat kita menjadi kecanduan dengan game ini. Kalau yang saya rasakan sih begitu, dan lebih parahnya lagi. Karena game ini memiliki system in-app purchase (pembelian di dalam aplikasi), dimana kalau kita bisa mempercepat village kita dalam melakukan upgrade-upgrade. Ada teman saya yang tidak bisa mengontrol in-app purchase nya ini, sehingga dia sudah menghabiskan sekitar Rp. 3.000.000. bahaya bukan? Apalagi bila dimainkan oleh anak-anak yang tidak mengerti apa arti dari in-app purchase.
Lalu, apa efek buruk dari game ini? “kecanduan”. Ya, itulah efek terburuk dari game ini menurut saya. Karena kita sudah tau, sesuatu yang berlebihan itu pasti tidak baik. Kalau dari sisi psikis, apa efeknya? Ini diantaranya :
·         Pikiran kita akan terus tertuju pada apa yang sedang kita mainkan, sehingga dapat merusak konstrasi berpikir, baik dalam belajar maupun bekerja.
·         Membuat kita menjadi cuek dan acuk tak acuh terhadap keadaan dilingkungan sekitar kita.
·         Menghalalkan segala cara agar mendapatkan yang terbaik di dalam game, seperti berbuat curang (cheat). Dan itu bisa terbawa ke dalam kehidupan kita.

Itulah beberapa efek psikis yang mungkin bisa kita dapatkan, apabila kita sudah menjadi seorang gamers addict(kecanduan bermain game). Dan apakah anda salah satu dari sekian orang yang sudah menjadi korban kecanduan game? Kita bisa melihatnya dan mengintorspeksi diri kita masing-masing. Sekian untuk artikel kali ini sobat, sampai jumpa pada artikel berikutnya. See yaaaa.

Senin, 19 Oktober 2015

Kecanduan Gadget (Nomophobia)

Hay semua, balik lagi bersmaa psiko-blogid. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai “Nomophobia”, hiih apatuh? saya akan membahasnya disini. Dalam abad-21 ini tidak bisa dipungkiri, bahwa smartphone sudah menjadi salah satu bagian terpenting dari kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sebagian orang beranggapan “smartphone-ku adalah hidup-ku”, oke saya setuju akan anggapan itu. Tapi untuk mereka-mereka yang benar-benar menggunakan smartphone secara bijak. Dan bagi saya, kebiasaan hidup manusia masa kini sudah bergeser. Kenapa? Karena bisa kita lihat sendiri, mereka lebih memilih untuk mengecek smartphone nya. Dibandingkan dengan melihat, atau memperhatikan keadaan disekitar mereka.
                Dan menurut beberapa ahli, ada efek buruk salah satunya yaitu “Nomophobia” . pasti teman-teman semua akan bertanya-tanya, apa itu Nomophobia? Okelah, saya akan jelaskan apa itu Nomphobia. Nomophobia merupakan phobia yang membuat anda memiliki sifat gelisah yang berlebihan. Hal tersebut timbul dari keinginan untuk melihat smartphone yang berlebihan. Semenit saja tidak melihat smartphone, anda akan merasa sangat khawatir. Efek ini tentunya sangat tidak bagus, karena anda akan lebih memusatkan perhatian pada smartphone anda. Phobia ini akan sangat mengganggu karena sangat merusak konsentrasi anda. Untuk mengurangi salah satu ketergantungan smartphone ini, adalah mulai membiasakan diri untuk memprioritaskan diri kepada hal lain yang lebih prioritas bagi diri anda.
                Itulah penjelasan singkat mengenai Nomophobia, apakah anda salah satu dari orang yang mengidap “Nomophobia” tersebut?. Silahkan anda berkaca, dan lihat diri anda masing-masing. Dan ada pula beberapa ciri-ciri apabila anda adalah seorang yang mengidap Nomphobia :
1.       Badmood, atau bete ketika signal di gadget anda tiba-tiba menurun/drop.
2.       Panic dan gelisah, apabila gadget anda tidak ada pada genggaman anda.
3.       Gemar selfie, dan update status sosial media secara berkala tiap jam/menit.
4.       Membawa gadget hingga ke kamar mandi.
5.       Tidur dengan gadget disamping anda.
6.       Selalu siap sedia powerbank, karena khawatir baterai gadget anda habis/menipis.
7.       Mengecek gadget, hal utama yang dilakukan ketika anda baru bangun tidur.
Apakah ciri-ciri di atas terjadi pada diri anda? Apabila iya, kita harus mulai belajar mengendalikan diri terhadap penggunaan gadget. Karena berinteraksi dengan orang disekitar anda pastinya lebih menyenangkan bukan. Sekian untuk postingan kali ini mengenai “Nomphobia”. Semoga teman-teman semua bisa bijak dalam menggunakan smartphone nya masing-masing.

resource : http://dhanzcorner.blogspot.co.id/